Monday, January 21, 2008

Sinar Permata Merah

Permata merah
yang selama ini kelam
digenggam pekat malam
sepi kemilaunya
pudar serinya

Permata merah
yang terlepas dari genggaman
menempuh siang di awal zaman
bersinar cahayanya
berkilau pancarannya

Permata merah
kembali menghias alam maya
membelit jari manis teruna
yang kaya cinta
yang kaya bahagia

4 comments:

Rasha_rz said...

yang kaya cinta dan kaya bahagia saja ke yang pakai cincin gaya gitu?

Najwa Aiman said...

Ada lagi...yang kaya hutang.... ekekeke...

Anonymous said...

Membaca puisi ini, diselangi dengan mood pilihanraya yang sedang suam-suam: saya seperti dihambat satu imajinasi lain. :)

Metafora permata MERAH yang KELAM itu.. bagaikan membawa fikiran saya melayang-layang, dan membayangkan lambang merah itu.. yang sememangnya semkain kelam dan bertambah kelam.

Pada mata rakyat!

Am I reading your poem too little too much? :)

Salam puisi!

Najwa Aiman said...

Rem... by your reading my peom is already too much an honour for me :)