Indah benar mahligai iniada marmar di tiang seri
ada kaca melapik kaki
tapi tiada permaisuri
Nyaman benar angin menyapa
selembut alunan sutera
sesegar bayu senja
tapi tiada belaian cinta
Cantik sungguh gerbangnya
berukir di tiap persada
tersergam pintu dibuka
hanya keluar, yang masuk tiada











Benihkan harapan murni
Namun kebahagiaan abadi








Tanyakan pada dia
Wahai ice kacang dan ABC
Nantikan daku wahai sang dingin
Wahai manisan yang lazat rasanya
Bintil-bintil dihujungmu










Apa yang kerugian





